Nyanyian Perempuan Gila - 02
Beberapa waktu lalu saya sempat bertanya: ini puisi, atau prosa yang terlanjur dipatahkan.
Sekarang saya tidak lagi sibuk memberi nama.
Teks-teks ini lahir dari dorongan yang sama—ingatan, tubuh, dan suara yang lama ditahan—datang berturut-turut selama tiga puluh hari tanpa bisa dihentikan.
Awalnya sekitar 8.000 kata, lalu menyusut menjadi 3.400 kata setelah penyuntingan. Dari yang semula tersebar di blog, kini saya tempatkan dalam satu ruang yang selesai.